Kamis, 18 September 2014

Sang Provokator

Entah karena takdir atau apa, saya dipertemukan dengan kawan yang satu ini. Matanya yang sipit dan senyum yang sering tersungging dari wajahnya membuat ia kelihatannya gampang bergaul dan  supel. Ia adalah representative orang indonesia ‘banget’.

Saya masih ingat persis saat menjadi leader di small discussion. Dia memperkenalkan diri sebagai mahasaiswa kelautan di salah satu universitas negeri ternama Makassar.

Awalnya kupikir dia adalah orang yang pendiam, tapi saat sudah kenal ternyata dia senang sekali bercerita. Pengalamannya yang segudang dengan riwayat travelling yang banyak membuatnya tak sungkan berbagi. Yang paling menarik adalah pengalamannya saat diluar negeri. Well, mungkin untuk beberapa orang, kedengarannya ia ‘songong’ dan ‘bacrit’. Tapi saya sama sekali tak menemukan kesombongan dibalik cerita-ceritanya.

Saya masih ingat betul saat dia menawarkan diri merubah tampilan blog BPEC. Saya yang sotoy juga ikut menawarkan blogku untuk dipermak. Dan hasilnya, tadaaaa! Blog ini berubah jadi cantik. Setelah sebelumnya penuh dengan sarang laba-laba. Tak berhenti di situ, ia juga menawarkan blog ini untuk di rubah menjadi blog berbayar. What a kind boy!

Beberapa lama setelah merubah blog, dia mengajak kami, pengurus BPEC untuk mendaki gunung. Hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh gadis 'rumahan' seperti saya. Pendakian yang mengajarkan banyak hal tentang alam dan kehidupan. Kedengarannya agak 'lebay', but that's the truth. Cobalah ;)

Seperti kata pepatah, tak ada perjumpaan tanpa perpisahan. Saya tahu, suatu saat nanti dia akan meninggalkan organisasi yang kami geluti bersama dan melanjutkan studi keluar negeri. Daripada memikirkan hal tersebut, saya lebih memilih mengingat-ingat kebaikannya, serta pesan kecil yang dia selipkan diantara percakapan kami tempo hari.

Terima kasih banyak kawan. Tetaplah jadi laki-laki baik, dan terus memperbaiki diri. Bukan Cuma dimata manusia tapi juga di mataNya.

Ps: pada akhirnya, kita memang berpisah. Bukan karena ia keluar negeri, tapi karena urusan kerja. Sampai ketemu lagi kawan, di masa yang masih menjadi rahasia Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar