"bermimpilah maka tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu"
Saya akan memperkenalkan seseorang kepada kalian. Namanya ifa. Saat sekolah dasar, Ifa sudah sangat suka
membaca. Mulai dari novel, buku pelajaran, hingga kemasan mi instan. Karena
rajin membaca buku perjalanan dan novel tentang perjuangan menggapai
pendidikan, ia begitu terinspirasi dan ingin menginjakkan kaki keluar negeri. Salah
satu kutipan favoritnya ada di novel ke-3 tetralogi Laskar Pelangi karangan Andrea
Hirata yang berjudul Edensor. Novel ini berisi perjalanan Ikal dan Arai
merantau demi mengejar pendidikan di luar negeri, tepatnya di Searbonne, Paris
dan berkeliling Eropa merasakan dinginnya salju disana.
Impian Ifa keluar negeri semakin kuat di semester awal di
bangku perkuliahan. Beruntung, ia masuk jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Mempelajari
bahasa internasional tentunya akan memudahkan jalannya untuk bisa keluar
negeri. Karena biaya keluar negeri mahal, ifa bertekad mencari beasiswa untuk melanjutkan program
master atau S2.
Untuk mewujudkan impiannya itu, sejak kuliah Ifa sudah
sering mengikuti pameran pendidikan luar negeri yang diadakan di hotel-hotel
atau universitas di Makassar. Saat pameran atau dalam bahasa Inggris disebut
exhibiton, akan ada beberapa booth perwakilan dari unversitas luar negeri. Ifa
dengan semangat biasanya mengunjungi satu per satu booth yang tersedia, sambil
bertanya-tanya mengenai program master yang bisa ia ambil di luar negeri. Tidak
lupa ia mengumpulkan brosur dan majalah dari universitas bersangkutan.
![]() |
| Berfoto saat Pameran Pendidikan Eropa di gedung Rektorat Unhas |
Durasi untuk program master di luar negeri bisa beragam,
tergantung negara tujuan. Di australia, biasanya sampai dua tahun, sedangkan di
inggris bisa hanya satu tahun.
Ifa sudah membuat passpor yang merupakan persyaratan untuk
bisa keluar negeri. Awalnya ia membuat paspor karena mendaftar pada salah satu
kegiatan kepemudaan ke Korea. Tapi ternyata keberuntungan tak berpihak padanya.
Ifa tak patah semangat, ia terus berburu beasiswa dan event-event
international.
Sekarang, ifa sedang mempersiapkan berkas untuk mendaftar
beasiswa ke Australia. Persyaratannya banyak, termasuk ijazah-ijazah yang sudah
di translate ke bahas Inggris serta sertifikat TOEFL yang harus mencapai skor
tertentu. Ia tidak henti-hentinya meminta doa dari siapapun untuk bisa lolos
beasiswa tersebut, meskipun formulirnya belum ia kirim.
Jika ditanya ingin ke negara mana, Ifa akan kebingungan. Karena
sebenarnya, ia ingin pergi ke banyak negara. Jepang, australia, Inggris, Korea
dan masih banyak lagi. Katanya ia ingin menikmati udara luar negeri dan bertemu
dengan orang asing. Karena berjilbab, Ifa ingin sekali bertemu dengan orang
luar negeri yang juga berjilbab. Ia ingin tahu bagaimana rasanya berada di
negara asing dan menjadi minoritas. Katanya, dengan keluar negeri ia akan lebih
mencintai Indonesia.
![]() |
Suatu hari nanti, dan semoga hari itu semakin dekat, Ifa
ingin sekali bercerita tentang kehidupan di luar negeri kepada kalian, dari
tempat ribuan kilometer berbatas samudera yang waktunya masih menjadi rahasia Tuhan.
*Tulisan ini untuk memenuhi janji kepada adik-adik SD
paccinang dalam kegiatan NBS tanggal 14 maret 2015.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar