Rabu, 10 Juni 2015

Bagaiamana Cara ke Suku Baduy Dalam ?

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together
Kutipan diatas adalah kutipan dari African proverb yang sangat terkenal. Hal yang sama saya rasakan saat melakukan traveling ke Suku Baduy dalam di kabupaten Lebak, Banten. Pengalaman pribadi sudah saya tuliskan di catatan perjalanan kesuku Baduy dalam. Tapi karena tulisan tersebut banyak curhatannya, kali ini saya akan menuliskan bagaimana cara ke Suku Baduy dalam serta persiapan apa saja yang dibutuhkan jika ingin kesana.
Anak-anak Suku Baduy Dalam
Foto : Mas Agit

Jangan berpikir karena tujuan perjalan adalah kampung jadi tidak menyiapkan perlengkapan yang lengkap ya. Kamu akan bernasib naas seperti saya, kehujanan. Oleh karena itu sangat disarankan untuk mempersiapkan semua perlengkapan sebelum berangkat ke Baduy Dalam yaitu
  • Carrier atau Ransel yang nyaman.  Dengan begitu kamu akan terhindar dari sakit punggung karena terlalu lama membawa beban yang berat
  • Mantel Hujan. Gunakan mantel hujan yang terbuat dari plastik. Harganya murah dan praktis karena tidak berat dan bisa dijejalkan diantara barang-barang yang lain
  • Sleeping Bag. Udara di Suku Baduy dalam tidak terlalu dingin. Tapi ketika memasuki pukul 03.00 dini hari, dijamin tidurmu tidak akan nyenyak karena kedinginan jika tak membawa sleeping bag.
  • Sarung. Penting untuk membawa sarung karena fasilitas buang air di Baduy adalah sungai dengan alam terbuka. Gunakan sarung untuk menutup muka kamu biar gak ketahuan saat buang air (hehehe)
  • Makanan. Suku Baduy Dalam sangat suka dengan ikan asin. Jadi tidak ada salahnya membawa ikan asin untuk dikonsumsi saat tiba di Baduy Dalam dan untuk diberikan kepada tuan rumah karena sudah mengijinkan kalian tinggal di rumah mereka. Beras dan mi instan jangan lupa ya.

For your information, perjalanan ke Suku Baduy Dalam bisa memakan waktu sampai 5 jam. Rute yang dilalui tidak terlalu susah tapi butuh tenaga extra untuk bisa tetap kuat sampaii tujuan. Ada banyak tanjakan dan turunan yang lumayan terjal. Jadi silahkan perkirakan, alas kaki jenis apa yang akan kamu gunakan J

Untuk biaya perjalan ke Suku Baduy Dalam saya membayar 185 ribu karena mengikuti open trip dan sudah ada panitia yang mengatur  transportasi dan sebagainya. Tapi jika ingin melakukan perjalan ke sana berikut saya tuliskan rinciannya tidak termasuk konsumsi:
  • Dari stasiun tanah abang,  berangkat menggunakan Kereta Rangkas Jaya tujuan akhir Rangkas Bitung dengan harga tiket Rp. 15.000
  • Dari stasiun Rangkas Bitung, kamu bisa menyewa satu mobil ‘elep’ sampai ke Ciboleger dengan harga sewa Rp 800.0000
  • Jika kamu tidak melakukan perjalan rombongan seperti yang saya lakukan, maka dari stasiun Rangkasbitung, kamu harus naik Angkot berwarna merah menuju terminal mandala kemudian naik angkot lagi sampai terminal Aweh. Dari terminal Aweh naik angkot ke terminal Lewidama. Nanti di terminal inilah kamu akan menemukan mobil ‘elep’ sejenis mini bus yang akan mengantarkan kamu sampai ciboleger. Dari informasi yang saya dapatkan dari sopir, biaya sampai di ciboleger dari stasiun Rangkasbitung sekitar 30an ribu.

Ketika sampai di ciboleger, kamu akan dengan mudah menemukan porter yang siap membawakan barang bawaan kamu sampai tujuan dengan biaya seikhlasnya. jangan  lupa, sebelum memulai perjalanan, kamu harus melapor dulu ke kepala desa Baduy. Akan dipungut biaya kebersihan sejumlah Rp 50.000 rupiah  yang akan diberikan kepada jaro atau ketua adat suku Baduy Dalam.
Oleh-oleh dari Baduy Dalam

Ada banyak pilihan oleh-oleh yang bisa kamu bawa dari Suku Baduy Dalam. Ada baju kaos Baduy, baju khas Baduy, sarung tenun, syal, gantungan kunci, madu, gelang, kalung, dan tas dari akar.
Harganya beragam. Gantungan kunci khas baduy semuanya seharga Rp 5000. Baju kaos baduy harganya Rp 35.000.

Do's and Don'ts selama di Baduy Dalam
  • DO. Bersikap sopan dan menghargai budaya masyarakat asli suku baduy Dalam. 
  • DO. Mengikuti aturan yang sudah disebutkan oleh warga

 Don’t
  • Membuang sampah sembarangan selama parjalanan maupun saat sampai di kampung Baduy Dalam. Siapkan kantong plastik untuk membawa sampahmu.
  • Memotret di kawasan Baduy Dalam
  • Memakai sabun, detergent atau pasta gigi di sungai
  • Menulis atau meninggalkan jejak tulisan di batu, pohon, akar atau apapun itu. Tindakan ini merupakan bagian dari merusak alam dan vandalisme



semoga infonya bermanfaat :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar